UNIVERSITASARMY (17/06/2017). Bagi para trader pemula yang sedang ingin belajar main saham, terkadang terbesit pertanyaan apa itu saham blue chip? dan bagaimana cara menentukan saham blue chip? pertanyaan yang wajar mengingat jika salah dalam membeli saham, uang yang sudah diinvestasikan di pasar modal bisa melayang percuma dalam ratusan, jutaan, belasan juta, puluhan juta, bahkan milyaran.

Blue chip adalah sebuah istilah dalam pasar modal yang mengacu pada saham dari perusahaan besar yang memiliki pendapatan stabil dan liabilitas dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Istilah ini berasal dari istilah di kasino, Nama “blue chip” muncul karena dalam game poker blue chips memiliki nilai tertinggi. Saham blue chip biasanya memberikan dividen secara reguler, bahkan ketika bisnis berjalan lebih buruk dari biasanya.

Belum ada rumus pasti untuk menentukan suatu saham itu tergolong blue chip atau tidak, namu ada beberapa indikator yang mesti kita ketahui untuk mengetahui apakah saham itu masuk blue chip atau tidak. Secara definisi, saham blue chip  adalah saham yang mewakili perusahaan dengan kriteria merupakan perusahaannya besar, memiliki reputasi baik di tingkat nasional, memiliki kinerja fundamental yang baik, merupakan pemimpin di industri masing-masing, dan Sahamnya likuid.

Disebut ‘blue’ atau ‘berwarna biru’, karena secara umum dianggap lebih valuable dibanding saham biasa, dimana warna biru menunjukkan kelas aristokrat atau bangsawan (darah biru). Untuk menentukan suatu saham itu masuk kategori blue chip, perlu ada indikatornya. Banyak cara menentukan indikator atau indek dari kelompok saham itu masuk kelompok saham blue chip untuk periode waktu tertentu atau real time. berikut cara menentukannya:

1. Kapitalisasi. Saham dari perusahaan blue chip biasanya memiliki kapitalisasi yang besar dalam pasar sehingga sulit untuk memanipulasi harga (biasanya trilyunan)

2. Liquiditas (Prosentase kepemilikan publik cukup banyak). Jika kapitalisasi besar, namun kepemilikam publik atas saham tersebut sedikit, maka perlu hati-hati karena cenderung saham tersebut tidak liquid di bursa dan mudah dimanipulasi. Pada saat trading sulit untuk masuk dan keluar karena tipikal trading cenderung jangka pendek.

3. Lama perusahaan terdaftar di bursa. Untuk mengetahui aktifitas perusahaan kita perlu melihat rekam jejak kinerja perusahaan minimal 5 tahun.

4. Stabilitas kinerja perusahaan. Lihat rekam jejak perusahaan selama 5 tahun. Cermati pendapatan labanya dibandingkan kerugiannya. Coba lihat laba yang diperoleh apakah signifikan dibandingkan dengan modal perusahaan. jika pun rugi dalam tahun tertentu seharusnya di tahun berikutnya terjadi peningkatan laba.

Nah intinya saham blue chip tidak otomatis merupan grow stock. untuk melihatnya amatai perkembangan saham perusahaan selama 5 tahun terakhir.

Beberapa investor yang suka nangkring di BEI biasanya beranggapan saham blue chip merupakan saham yang terdaftar di LQ45. Tidak keliru memang anggapan seperti itu, karena sebagian besar saham yang terdaftar di LQ45 merupakan saham blue chip. Namun tidak semua saham di LQ45 merupakan blue chip karena kriteria penentuan tidak seperti kriteria yang seperti dijelaskan di atas. namun berdasarkan liquiditas saham tersebut di pasar dan yang mempengaruhi pergerakan IHSG.

Nah berikut daftar saham blue chip tahun 2016 di Bursa Efek Indonesia

Kode Saham Nama Kapitalisasi (Juta Rupiah) Prosentase Terhadap BEI (%) Closing Juli 2016
HMSP H.M. Sampoerna Tbk. 4.664.355 82.168 4010
TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) 4.374.720 77.066 4340
UNVR Unilever Indonesia Tbk. 3.555.580 62.636 46600
BBCA Bank Central Asia Tbk. 3.551.431 62.563 14550
ASII Astra International Tbk. 2.985.662 52.596 7375
BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 2.833.007 49.907 11600
BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk. 2.333.100 41.100 10100
GGRM Gudang Garam Tbk. 1.331.469 23.455 69200
ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. 1.049.572 18.489 9000
BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 992.342 17.481 5375
KLBF Kalbe Farma Tbk. 801.565 14.121 1710
PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. 785.425 13.836 3240
INDF Indofood Sukses Makmur Tbk. 702.434 12.374 8000
CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk 632.963 11.150 3860
LPPF Matahari Department Store Tbk. 627.352 11.052 21500
INTP Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. 624.889 11.008 16975
SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk. 575.357 10.136 9700
UNTR United Tractors Tbk. 574.441 10.119 15400
EMTK Elang Mahkota Teknologi Tbk. 547.083 6,693056 9700
SMMA Sinarmas Multiartha Tbk. 508.613 6,222222 8000
SCMA Surya Citra Media Tbk. 481.051 5,884722 3290
TOWR Sarana Menara Nusantara Tbk. 411.178 5,029861 4030
BSDE Bumi Serpong Damai Tbk. 400.331 4,897222 2080
EXCL XL Axiata Tbk. 394.386 4,825 3690
ISAT Indosat Tbk. 380.375 4,653472 7000
WSKT Waskita Karya (Persero) Tbk. 380.053 4,649306 2800
MIKA Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. 378.319 4,628472 2600
JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk. 375.700 4,595833 5525
MYOR Mayora Indah Tbk. 355.950 4,354167 39800
BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk. 346.341 4,236806 3650
ADRO Adaro Energy Tbk. 334.253 4,088889 1045
MNCN Media Nusantara Citra Tbk. 312.646 3,825 2190
PWON Pakuwon Jati Tbk. 293.774 3,59375 610
TBIG Tower Bersama Infrastructure Tbk. 285.393 3,491667 5950
AALI Astra Agro Lestari Tbk. 281.967 3,449306 14650
BYAN Bayan Resources Tbk. 276.667 3,384722 8300
AKRA AKR Corporindo Tbk. 274.328 3,35625 6875
LPKR Lippo Karawaci Tbk. 265.393 3,246528 1150
BNII Bank Maybank Indonesia Tbk. 261.565 3,2 390
SMRA Summarecon Agung Tbk. 251.026 3,070833 1740
AMRT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. 247.071 3,022222 595
INCO Vale Indonesia Tbk. 241.453 2,953472 2430
MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk. 234.931 2,874306 11150
POWR Cikarang Listrindo Tbk. 232.459 2,84375 1445
PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) 228.109 2,790278 9900